DIDEK: Nyanyian Warisan Leluhur menghadirkan sebuah perjalanan mengenal kearifan lokal yang diwariskan melalui tradisi lisan. Didek, yang kerap dinyanyikan sebagai pengantar tidur, bukan sekadar alunan nada sederhana. Ia menyimpan pesan moral, doa, dan nasihat kehidupan yang menuntun generasi muda agar tumbuh dengan nilai-nilai luhur yang berakar pada budaya leluhur.
Lebih dari sekadar tradisi, didek adalah media pendidikan karakter dan perekat hubungan antargenerasi. Melalui syair-syairnya, terkandung ajaran tentang cinta kasih, kerja keras, kesederhanaan, serta penghormatan pada alam dan sesama. Buku ini mengungkap makna simbolis, fungsi sosial, dan filosofi yang membuat didek tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Dengan bahasa yang mengalir dan sarat makna, buku ini mengajak pembaca untuk menyelami kembali warisan leluhur yang hampir terlupakan. DIDEK: Nyanyian Warisan Leluhur menjadi pengingat bahwa tradisi tidak hanya milik masa lalu, melainkan bekal berharga bagi masa kini dan masa depan. Inilah sebuah ajakan untuk menjaga, merawat, dan meneruskan kekayaan budaya bangsa.
- Judul: Didek: Nyanyian Warisan Leluhur
- Penulis: Rahmat Kaizar, Muhammad Farhan Al-Ghozzy, Sri Wahyuni Bahar, Andi Putrawansyah Azis, Marwanti Armas
- Editor: Ramlan Bahar
- Penerbit: Pustaka Warani
- Jumlah Halaman: VIII + 81 hlm
- ISBN: sedang diajukan
- Harga: Rp55.000,-

