Buku “Wacana Komunikasi Politik Digital” memetakan ruang tempat politik kini bergerak: linimasa yang diatur algoritma, dipacu ekonomi perhatian, dan disetir logika viral. Dari filter bubble dan echo chamber sampai disinformasi berjejaring, buku ini menjelaskan emosi sering lebih cepat menyebar daripada argumen. Bab tentang viral politics mengurai framing, kompresi siklus berita, serta cara perhatian publik diperlakukan sebagai komoditas. Saat post-truth menguat, fakta dapat berubah menjadi bahan bakar sentimen; influencer dan microtargeting menyamarkan kampanye sebagai opini personal. Di sela keretakan itu, buku ini menandai peluang: literasi atensi, audit algoritma, dan ruang deliberatif yang lebih terbuka bagi demokrasi yang tetap bernapas sehat.
Di sisi lain, buku ini menyorot warganet sebagai aktor: dari perdebatan slacktivism hingga aktivisme hibrida yang menyinergikan tagar, meme, dan aksi luring. Lapisan-lapisan bahasa dibaca sebagai kerja kuasa: pronomina “kita–mereka”, label moral, dan manajemen citra di akun resmi maupun buzzer. Politik digital juga hadir sebagai wacana multimodal—meme, GIF, emoji, warna, sudut kamera—yang membentuk kesan sebelum argumen selesai. Bab metafora dan agresivitas menunjukkan bagaimana bingkai “perang” dan “drama”, eufemisme, serta humor dapat melunakkan atau melukai. Pada akhirnya, polarisasi dipelihara lewat implikatur, trolling, dan cyber-baiting. Pembaca memperoleh peta konsep dan lensa linguistik-komunikasi untuk membaca, menilai, dan berpartisipasi lebih jernih tanpa kehilangan empati.
- Judul: Wacana Komunikasi Politik Digital
- Penulis: Ria Amelinda, S.I.Kom., M.I.Kom. & Nurhayati, S.Pd.I., M.Hum
- Editor: Suriadi, S.Pd., M.Pd.
- Penerbit: Pustaka Warani
- Jumlah Halaman: vii + 110 hlm
- ISBN: 978-634-04-7866-2
- Harga: Rp80.000,-

